Btw, yang pada nggak tau bu waks itu siapa, itu adalah panggilan bu wakil ketua. Yup! Setelah berbulan-bulan M.I.A, bu waks hadir kembali. Pasti banyak yang merindukan bu waks, bu waks sangat yakin itu. But now I’m back and you all can give me a big hug, thanking God that finally bu waks is posting again. *mwahahaha…*
Banyak kejadian yang bu waks alami selama M.I.A, termasuk hampir pensiun dari EJD karena perjodohan yang tdk berujung manis *I guess I’m not Siti Nurbaya material*…well, soal yang itu ada lucunya, ada sedihnya sih but I proly will keep that to myself. Nah, yang lagi hits dalam hidup bu waks sekarang adalah the man in the white jacket!
Kalian pasti mikir, white jacket? Maksudnya white sweatshirt atau jumper?
humm…nope.
And he’s not a doctor either.
I’m talking about a cook. Yup, koki! Bu waks baru tau kalo mereka menyebut diri mereka itu white jacket. Dan dia juga bukan chef -yang disesali salah satu teman bu waks. Teman bu waks itu bilang, “kenapa lo nggak naksir manager aja sih! masa koki!” Dibilangin gt, bu waks pura-pura bego aja. hahahaha.
Bagaimana dan mengapa bisa koki itu?
Suatu ketika, tanggal 23 november 2008, Bu waks jalan-jalan di Grand Indonesia bersama adik bu waks. Lalu dengan niat suci dan mulia, bu waks berniat untuk menghadap Tuhan karena emg sudah waktunya *ke musholla, bukan ke liang lahat lho!* So, bu waks pergi ke lift west mall dan karena males nunggu lift ke bawah, bu waks ikut aja lift ke atas yang datang duluan. Di dalam sudah ada segerombol koki-koki. Radar cowok ganteng adik bu waks yang super sensitif langsung bekerja. Adik bu waks yang minus 1,5 tapi nggak mau pake kacamata itu langsung nyeletuk, “cool“. Bu waks yang selalu make kacamata tetep nggak sadar, maklum radarnya jarang diservis.
Rombongan koki itu turun di lantai 10, lift naik ke lantai 11 dan mampir lg ke lantai 10 dimana rombongan koki lain masuk. And thats when radar cowok bu waks berfungsi dengan maksimal. Cowok ini berdiri disebelah bu waks, wearing his cook uniform, the white jacket with hotel Indonesia Kempinsky emblem -sadly without a name tag like his friend, Zulfikar. He got his cook hat held firmly in his left hand -I was in his left. Dan bu waks dengan bodoh dan terang-terangan mengamatinya, from top to toe. Bu waks is a fan of guy’s shoulders and hands, and this time bu waks head is screaming “THIS GUY GOT IT ALL RIGHT!” and cute too! Presence dari cowok ini kentara banget and made me believe i have fallen in love *and maybe all the girls he ever met felt that ‘cuz my sist is feeling the vibe too*. Bu wakil freeze sejenak dan tanpa sadar lift sudah sampai di lantai 7. Rombongan koki itu keluar dan dengan semangat sportifitas para atlet, dia menepuk punggung temennya yang lagi bengong *not me…walau bu waks bengong juga* dan keluar dari lift sebagai kloter terakhir.
Bu waks dan adik bu waks liat-liatan. Lalu dengan nada dasar C=do, kami berdua berseru “keren bangeeeeet!” tanpa peduli dengan pasangan suami istri yang juga ada di lift itu. Kami menghabiskan waktu setelah itu dengan memuji betapa kerennya koki itu. Bu waks baru tau kalau koki ini beda dengan koki yang adik bu waks bilang “cool“. Adik bu waks mulai lebai waktu bilang, “adek liat tangannya berotot gitu, kak!” Bu waks langsung membayangkan jam-jam panjang yang dihabiskan koki itu mengulen adonan, mengangkat panci sup yang berat, mengaduk-aduk masakan berulang kali….ya, profesinya memang sangat sexy, bukan? *Bwaahaaha!*
Well the white jacket is still on my mind, sometimes in a psycho kinda way like searching through friendster since i know where he works. Bu waks ga menemukannya disana, sadly. Antara dia nggak punya FS, tidak mencantumkan company, fotonya nggak ada, atau married. Info yang bisa bu waks dapatkan dari org yang kerja disana cuma bahwa dapur hotel ada di east mall *sayang org ini kerja di housekeeping dan tidak kenal koki sana satupun*. Minggu lalu bu waks sampe bolos kuliah demi berkeliaran di Grand Indonesia dari siang sampai jam 8 malam *kesannya psycho bgt ya?* tapi yang bu waks dapati adalah lobi Hotel Indonesia Kempinski sendiri belom beroperasi. Masi berantakan dan banyak pekerjaan konstruksi. Pintu kaca yang menyambungkan mall dengan hotel aja terkunci. Cuma ballroom di west mall yang beroperasi.
Well, this is the 1st time bu waks se-psycho ini. Lebih tepat sih, penasaran. Temen-temen kuliah bu waks pun menganggap pencarian white jacket sebagai petualangan seru dan mereka pengen ikut mencari. Mereka bahkan lebih semangat dari bu waks! hahahaha! Tapi salah satu temen bu waks nanya, “klo udah ketemu terus lo mau ngapain?”. Bu waks juga nggak tahu, pura-pura pingsan mungkin? *dasar pelawak!* Mungkin bu waks cuma ingin meyakinkan diri, dia memang sekeren itu, selanjutnya bu waks serahin ke Tuhan aja
So, if you guys know any cook that worked there, please leave a comment or send us an email. Bu waks penasaran abiss!
xoxo…
-bu wakil ketua-