pagi ini Bu kets menyapa bu waks di YM…one of our morning-satelitte-mini-meetings. hehehe…
Tampaknya bu kets cukup prihatin bahwa teman-teman kosnya satu per satu memutuskan untuk menikah, padahal mereka belum lama pacaran. Dia meminta “wise qoute of the day” yang cocok untuk masalahnya dari bu waks supaya ia tidak terus gelisah *aish…*
Bu waks jadi tertarik pada masalah itu jadi bu waks bertanya, apakah sebelumnya mereka memang ingin cepat menikah? karen klo iya, ini kan pembuktian teori “meminta pada jagad raya” dari buku the Secret. Bu kets menjawab, tidak juga.
Well, itu jawaban yang tidak bu waks duga. Atau mungkin bu waks juga berharap jawabannya bukan itu.
Dengan terjawabnya pertanyaan itu, bu waks mencari jawaban lain yang mungkin diterima akal sehat. Otak jenius bu waks langsung mendapat jawabannya. Mungkin pacar mereka sudah pada tahap dimana mereka ingin menikah. yah, tipikal cowok asia… sudah lulus sekolah, sudah bekerja, lalu next step-nya adalah…menikah.
Itu masuk akal kan? mungkin teman-teman kantornya juga sudah pada menikah, keluarga juga menyuruhnya segera menikah, he wants a regular sex (i had to add that), and someone to take care of him, etc. Jadi si cowok melamar teman kos bu kets dan mereka pikir, mengapa tidak. Usia juga sudah pantas untuk menikah, ya nggak sih. Bu kets tampaknya cukup puas dengan penjelasan itu.
Bu waks nggak ada masalah kok sama kejadian diatas. hanya saja, hal seperti itu datar banget nggak sih? where’s the romance in that?

where's the love n romance?
Ini ada cerita lain, seorang wanita (sebut saja Mawar) jatuh cinta pada sepupu bu waks (sebut saja Awan). Mawar berusaha mendapatkan cinta Awan selama bertahun-tahun namun Awan tetap kekeuh dengan pilihan hatinya yang sebenarnya ditentang keluarga. Akhirnya Awan direstui untuk menikah dengan wanita pilihannya dan Mawar menerima itu. Beberapa minggu sebelum pernikahan Awan, bu waks dapat undangan pernikahan Mawar! bu waks cukup shock. Bu waks tau betapa cintanya si Mawar sama Awan tapi dalam waktu singkat dia bisa menikah dengan cowok yang selama ini adalah teman baiknya. Maksudnya bu waks klo selama ini cowok itu sudah ada disamping Mawar, kenapa baru sekarang Mawar mau? its like settling for the second best. Bu waks nggak mau menghakimi, tapi bu waks hanya nggak ngerti. where’s the romance in that?
Bu waks selalu berpikir menikah yg romantis itu adalah ketika si cowok yang tadinya blom mau menikah, bertemu si cewek lalu tiba-tiba sadar bahwa dia tidak mau hidup tanpa cewek ini dan gak mau cewek ini direbut cowok lain. Jadi si cowok segera melamar si cewek dengan lamaran dan pernyataan cinta yang luar biasa.
ok, bu waks akui kebanyakan baca novel harlequin.
Tapi memang kan cewek itu suka berfantasi tentang mitos playboy akhirnya jatuh cinta dan berkomitmen hanya pada satu orang. Atau itu hanya fantasi bu waks aja? Well, i know its just a myth!
Konsep romance bu waks memang mungkin nggak realistis. Mungkin malah teman-teman kos Bu kets merasakan romance yang luar biasa. Dan si Mawar mungkin juga sudah menemukan romace di suaminya. Kita nggak bisa menganalisis secara tepat hanya dengan asumsi, ya kan.
xoxo
bu waks
5 Comments
August 13, 2009 at 6:29 pm
Selain “Best Adviser in Love” seorang jomblo sejati juga “Best Analyst in Love’. Itu terbukti pada Bu Waks, teman saya…..di balik posisi autisnya ternyata dia sedang menganalisa tentang cinta ha…ha….
Piss Bu Waks
– bu ketua–
August 13, 2009 at 10:04 pm
yah, hanya mengamati kejadian di dunia sekitar…
Tapi mengapa bu waks tidak pernah menyadari kejadian di dunia sendiri?
itu masih merupakan misteri…
piss juga bu kets
August 14, 2009 at 9:43 pm
Heeeeeeeeee, kok bisa siy ada cewek kayak Mawar?
Desperate kali yah, dia? Saya yang cuma baca ceritanya ajah meragukan keputusan Mawar… Jadi, dia menikah atas dasar apa yaaa? Tapi untung suaminya tu teman baeknya, na kalu gag gitu kenal, gimana cubak…
Semoga dia besok2 ndhak stres trus nyanyi2 sambil direkam, lalu diaplod ke situs internet *hehehe, gosip banged siy???*
Nikah tu seumur idup lagiii… Kyknya proses pacaran SEHAT yang rada lamaan tuh perlu. Kalu ternyata emang cepet nikah, hmm mungkin emang dipermudah banged jalannya, dan waktunya udah tepat.
Lima atau bahkan tiga taun pertama mungkin terasa indah, selanjutnya pasti butuh perjuangan. Kalu gag buru2 nikah harusnya siy udah bisa nyicil bwt mengantisipasi, supaya lima tahun kedua dan selanjutnya tetap terasa indah.
Eniweh, bu waks juga kebanyakan nonton pelem Korea tuuu….
August 14, 2009 at 10:18 pm
Yah, cerita si Mawar emg kayak cerita oh,mama.Oh,papa gitu sih. but it is true story.
Stuju, bu peri! bu waks juga pengennya sih nggak kayak bli kucing dalam karung. ntar pas dah “deal” aja tingkahnya aneh… ada kan yg begitu.
Note that, bu kets!!!
but, anyway… klo yg namanya hati sudah mantaf, apa bole baut kan yah.
Stuju juga soal yg pelm korea. xixixi
August 18, 2009 at 10:35 am
Note that Bu Kets!!!! (OK, copied)
Tapi kan Bu Waks juga pernah bilang nih…Love is not destiny, It`s ability…kali aja si Mawar juga pernah mendengarkan nasehat serupa, tullll????