February 10, 2009...5:02 pm

Tugas Keempat

Jump to Comments

“However, saya akan berjuang agar kamu juga bisa menunuaikan tugas keempat yang menurut saya sangat penting : CARI JODOH DI ACEH”

Itu adalah paragraph terakhir dalam email yang ditulis oleh Bos Bu Ketua yang dengan kejamnya telah menjerumuskan Bu Ketua untuk bekerja 2-3 bulan di Kantor Aceh. Sebenarnya sih, Bu Ketua lagi kena karma karena dulu pernah iseng mengatakan bahwa bersedia ditempatkan di sana. Ketika Bu Ketua mencoba bekerja 10 hari disana, 6 bulan lalu, langsung deh Bu Ketua menelan semua kata-kata tentang Aceh yang dulu pernah terucap dengan indah (lirik lagu album terbaru Bu Ketua).Ternyata selain tidak dapat dipercaya, omongan jomblo juga sakti mandraguna, sekarang ucapan Bu Ketua benar-benar terlaksana *Betul Bu Wakil, omongan jomblo bahkan lebih sakti dari omongan wanita yang sedang ingin bermalas-malasan dengan alasan dalam masa menyusui*

Sebenarnya email itu cukup panjang dan membosankan, yang menjelaskan bahwa dalam waktu 3 bulan, Bu Ketua harus melakukan ini, itu, anu, sono, situ..tapi herannya di pada akhir paragraph ada kalimat yang mengganggu di atas. Sebelnya, email itu di-repply teman-teman Bu Ketua sekantor yang lain dan membahas sebaiknya apa yang harus Bu ketua dipersiapkan agar “tugas keempat” Bu Ketua terlaksana. Bahkan teman Bu Ketua yang lain bilang, “Jadi kamu belum boleh pulang ke Jakarta, kalau kamu belum mendapatkan satu nama yang bisa kita approve untuk calon suami kamu

Akhirnya Bu Ketua memutus reply email-email itu dengan bilang:

1. Tugas keempat tidak ada dalam kontrak saya

2. Tidak ada gaji tambahan untuk melaksanakan itu.

3. Atau, tugas nomor 1-3 dihapus, saya akan melaksanakan tugas nomor 4 saja.

Bu Ketua pernah bilang bahwa apapun yang dilakukan oleh seorang ‘ikan kering’ pasti dihubungkan dengan “that” things.  Tampaknya, akhir-akhir ini bukan hanya apa saja yang Bu Ketua lakukan akan dihubungan dengan bisnis perjodohan, tapi juga apa yang orang-orang rencanakan untuk Bu Ketua. Entah mengapa, Bu ketua merasa orang-orang di sekitar Bu ketua, baik itu temen kantor, temen kos, temen SMA, temen Kuliah, Temen Chatting, sampai “temen makan temen” lebih heboh dari bu Ketua sendiri, soal status jomblo Bu Ketua.

Mereka menawarkan berbagai alternatif, misalnya seperti Bos Bu Ketua yang menyarankan Bu Ketua “berburu” Di Aceh, atau temen Bu Ketua mengenalkan temennya yang ternyata cowok yang lebih 3 tahun lebih muda dari Bu Ketua (mungkin dia menduga Bu Ketua sejenis ulat bulu yang suka daun muda…hi..hi…hi….) dan teman sebelah meja Bu Ketua juga mengajak ikut pengajian yang entah di mana, untuk tujuan yang sama pula :perjodohan.

Jadi kenapa Bu Ketua masih saja jomblo, padahal tawaran begitu melimpah ruah, kayak diskon di Tanah Abang menjelang Lebaran??

Pledoi (aduh ingat jaman kuliah) Bu Ketua adalah:

Pertama, seringkali tawaran itu cuma sebatas tawaran. Kayaknya sudah menjadi semacam kewajiban kalau elo punya temen jomblo, maka harus ada kata-kata ini di sela percakapan, “mau gw kenalin ma temen gw nggak?”

Kedua, Bu Ketua adalah tipe “Best advisor in love “yang dengan semangat menyuruh teman Bu Ketua untuk ketemuan dengan orang yang baru dia kenal di fesbuk, tapi diri sendiri nggak pede bilang “hai” sama cowok yang baru dikenal di YM.

So, dari 2 alasan di atas, terlihat kan betapa susahnya Bu Kets meletakkan jabatan Ketua Club ini…phffffff! (mendesah panjang, berat,….seakan membawa beban dunia)

 

2 Comments

  • eljomblodesperado

    wedeh…
    Kyk hidup bu ketua berat bgt…keekeke
    Tapi ntar lagi mau ke Bali kan? Tugas ke-4 nya ditunaikan disana aja. Gak usah malu-malu ntar disana. Anggap aja klo gmn-gmn,” what happens in Bali, stays in Bali…” *aih…sedap bener omongan jomblo satu ini*
    ama brondi aja malu2 bilang “hai” di YM? ckckck… Tujuan klub kyknya masi lama tercapainya.

    -bu wakil ketua-

  • Hmmm, entri yang menarik dibaca. Terima kasih sudah berbagi cerita. Kalau mau bacaan lain tentang hal serupa, lirik artikel Mengapa Sulit Jatuh Cinta. Salam kenal, sahabat.

    Lex dePraxis
    Romantic Renaissance


Leave a Reply