November 9, 2009

the deadline

Lebaran lalu ibu wakil diberi deadline 2 tahun sama papanya. 2 tahun harus sudah menikah. Sebenarnya klo tidak juga tidak apa-apa, tapi tentu ada yang kecewa. Deadline itu lengkap dengan emotional blackmail “ini bukan papa aja lho yang mau, nenek juga minta begitu. kedua nenek yang minta begitu.”

Kalau dibilangin begitu kan mau nggak mau kepikiran juga. Bu waks yang dari dulu percaya bahwa semua akan terjadi pada waktunya pun mulai berpikir soal deadline 2 tahun itu. yah, 2 tahun waktu yang cukup lama, tapi 2 tahun juga waktu yang cukup cepat.

in case semua anggota pada bertanya kemana saja pentolan EJD, kami berdua sekarang lg sibuk. Rapat via satelit sih tetap berjalan tapi jarang banget ada yang bisa menulis untuk blog ini. ibu waks sibuk dengan kuliah dan kerjaannya, dan ibu kets yang sibuk dengan kerjaan dan kehidupan cintanya. ups… did i say it out loud? hahahahaha… *kabur sbelum dikejar bu kets*

yes, our love life is slightly getting better. both of us met a guy. well at least one of us met a guy. I havent but its complicated. Masalahnya deadline itu mau gak mau jadi bahan pertimbangan juga. Apakah dia sudah cukup mapan? apa dia sudah siap untuk serius? apa dia punya 2 kakak perempuan yang belum menikah? Apa dia punya rencana untuk menikah dalam waktu dekat? kalau cowok yang lagi dekat sama bu waks tau soal keluarga bu waks, mungkin dia langsung balik kanan dan kabur. Karena itu klo bu waks sudah “in realtionship“, pasti tidak di broadcast di Facebook. klo ada sepupu yang tau aja, the big family will go frenzy!

Bu kets tadi pagi nanya, “are u gonna say yes to the 1st guy who ask u?

bu waks jawab, “maybe not. but if it feels right, i will say yes. I wanna feel the magic and dont wanna settle for less

bu kets lalu bilang, “(when a guy ask u) its kinda magic. u said yes & u dont even realize

dan sekarang bu waks mikir, is it true that if a guy ask u, somehow u can feel the magic even just a lilttle bit? Apalagi bu waks yang tingkat kecuekkannya cukup tinggi. Suka nggak sadar soal sesuatu yang penting.

2 tahun waktu yg cukup lama, bukan? Bu waks percaya apa saja bisa terjadi dalam 2 tahun. doakan saya ya!

xoxo

bu wakil ketua

October 26, 2009

Tale of Newly “In Relationship”

Bu Kets baru sadar kalau Penyakit WR2RG (Wrong Reaction to The Right Guy) ternyata tidak hanya menyerang para jomblo. Seorang jomblo akut yang tiba-tiba roda nasibnya harus berhenti di poros “In relationship”, tanpa persiapan tanpa aba-aba sebelumnya, ternyata tidak semena-mena bisa menghilangkan penyakit kronis dan mendarah daging ini….. Simak percakapan mantan jomblo akut (MJ) dan cowoknya (C)ini….

C     : “Maaf gak bisa nonton, masih sibuk….”

MJ : “Gak pa-pa kok, aku bisa nonton sendiri….”

C     : “Loh kok nonton sendiri?? Besok aja nunggu aku”

MJ : “Ya ampun, kalo besok pelemnya keburu nggak tayang…udah biasa kok nonton sendiri….”

C     : “??????”

Hal-hal konyol lain yang dikatakan si MJ pada cowoknya….

“Jangan panggil-panggil sayang ah…kayak orang pacaran aja?”

“Nggak usah dijemput, nanti naik taxi aja….”

“Minggu ini gak usah ketemu ya…mau belanja ma temen2 cewek….”

“Beli pelem yang banyak nih buat liburan……oh ya ampun….kan besok mau pergi berdua ya????”

Ternyata penyakit ini memang harus disembuhkan sejak status kita masih Jomblo. Soalnya kasihan juga pria malang itu menghadapi tingkah Miss MJ yang belum bisa melupakan masa lalunya ini. Tapi kata teman Bu Kets, nggak pa-pa kok masih punya sisa-sisa WR2RG ketika sudah jadian dengan orang….yaaahh anggep aja ngetes tuh cowok, sanggup nggak ama cewek yang biasa mandiri kayak kita2….(mandiri=makan mandi sendiri)

Hmmmm….Betul juga mas-mas, enak juga loh dapat cewek-cewek mantan EJD kayak kita, nggak perlu selalu nemenin nonton, bisa kemana-mana sendiri, masih suka belanja sama temen2 cewek (nggak usah ngebayarin kan???)….he…he…..

Kayaknya dalam pikiran cowoknya Miss MJ selalu penuh tanya “Lah trus saya disuruh ngapain????

August 21, 2009

Love Vs Salary

Kalo Bu Ketua seorang Homo Narsisis….satu negara juga sudah tahu. Tapi bayangkan betapa lebih lebih narsisnya Bu Ketua ketika teman Kantor Bu Ketua bercerita pernah ada 3 pria yang sebenarnya curhat ma dia bahwa mereka semua pernah timbul keinginan untuk mengajak jadian Bu Ketua….

“Ooo Ya???” (mata Bu ketua melotot dramatis), kok mereka nggak ngomong sih?”

“Soalnya mereka akhirnya ngomong gini — lah gaji dia kan di atasku….jangan2 dia nggak mau—”

Wooooo……nggak bener itu, batin Bu Kets.

Tiga pria itu adalah pelaksana untuk program yang disutradarai oleh kantor Bu kets. Jadi, lembaga mereka dapat dana dari kantor bu Kets untuk running di masing-masing daerah. Mungkin karena itulah mereka menyimpulkan pasti gaji Bu kets lebih besar dari mereka…..! Itu juga rupanya yang menjawab pertanyaan-pertanyaan orang2 di sekitar Bu Kets. Kata mereka “Kamu itu kan ibaratnya perawan di sarang penyamun di program kamu…masak penyamun-penyamun itu sama sekali nggak ada yang menarik??”

Penyamun-penyamun di program yang dikerjakan Bu kets memang ada beberapa yang yaahh lumayan sih, tapi mereka tidak menunjukkan dengan jelas maksud dan tujuan mereka. Bahkan ada yang salah satunya dulu pernah nanya-nanya status Bu Ketua dengan alasan, “Mau ngejodohin kamu dengan temanku”….ya ampyun mas napa muter-muter kayak obat nyamuk bakar jumbo gitu siih???

Is This Bothering You, Man??

Is This Bothering You, Man??

Teman kantor Bu Ketua sebenarnya sudah bilang kepada 3 pria itu bahwa mereka harus mencoba dulu, belum tentu kan Bu keta nih tipe cewek matre yang hanya mengharapkan harta. Kali aja kayak di sinetron-sinetron Bu Ketua sudah cukup kalo dikasih makan “cinta”…ha…ha….Temen kos Bu Ketua juga hobi menggosipkan bos-bos cewek mereka yang belum married sampai around 40 karena sejak muda mereka sudah duduk dalam posisi manager.

“Nah…yang berani ngedeketin bos gw ya yang sudah direktur-direktur, kalo di bawahnya mah keder lihat gaji bos gw sekarang. Dikirain malah memanfaatkan dia aja. Nah elu tahu sendiri sekarang yang direktur-direktur sudah  pada hampir punya cucu semua”

Iya sih…sebagai salah satu anggota kos-kosan rumpies, cowok yang menikahi cewek yang penghasilannya jauh diatasnya pasti jadi sasaran empuk untuk digosipin…”menikahi perempuan karena hartanya!” (begitulah bahasa infointment-nya jeng-jeng!) Cuma mbok ya para pria itu jangan cepat kalah sebelum berperang…..”maju tak gentar gitu loh”. Buktikan jika anda tidak dari universitas yang sama dengan Kevin Federline…dan menolong Bu wakil yang kecapekan mendata jomblo-jomblo yang masih beredar di dunia ini!
Kalo gagal Bu Kets??? Ha..ha….Maaf Bu ketua resiko ditanggung penumpang masing-masing yah :D

Kembali ketiga pria tadi….2 diantaranya akhirnya sudah menikah, yang tinggal 1 akan menikah jg tahun ini. Bahkan salah satu dari pria itu menikah dengan perempuan yang nama depannya sama dengan nama Bu ketua. Waktu mengucapkan Selamat Pernikahan via telepon (Bu Kets lagi terdampar di suatu tempat waktu dia menikah), Bu Kets bilang, “Ya Ampun Pak…segitunya elu ma gw”

August 13, 2009

clueless about romance

pagi ini Bu kets menyapa bu waks di YM…one of our morning-satelitte-mini-meetings. hehehe…

Tampaknya bu kets cukup prihatin bahwa teman-teman kosnya satu per satu memutuskan untuk menikah, padahal mereka belum lama pacaran. Dia meminta “wise qoute of the day” yang cocok untuk masalahnya dari bu waks supaya ia tidak terus gelisah *aish…*

Bu waks jadi tertarik pada masalah itu jadi bu waks bertanya, apakah sebelumnya mereka memang ingin cepat menikah? karen klo iya, ini kan pembuktian teori “meminta pada jagad raya” dari buku the Secret. Bu kets menjawab, tidak juga.
Well, itu jawaban yang tidak bu waks duga. Atau mungkin bu waks juga berharap jawabannya bukan itu.

Dengan terjawabnya pertanyaan itu, bu waks mencari jawaban lain yang mungkin diterima akal sehat. Otak jenius bu waks langsung mendapat jawabannya. Mungkin pacar mereka sudah pada tahap dimana mereka ingin menikah. yah, tipikal cowok asia… sudah lulus sekolah, sudah bekerja, lalu next step-nya adalah…menikah.

Itu masuk akal kan? mungkin teman-teman kantornya juga sudah pada menikah, keluarga juga menyuruhnya segera menikah, he wants a regular sex (i had to add that), and someone to take care of him, etc. Jadi si cowok melamar teman kos bu kets dan mereka pikir, mengapa tidak. Usia juga sudah pantas untuk menikah, ya nggak sih. Bu kets tampaknya cukup puas dengan penjelasan itu.

Bu waks nggak ada masalah kok sama kejadian diatas. hanya saja, hal seperti itu datar banget nggak sih? where’s the romance in that?

where's the love n romance?

where's the love n romance?

Ini ada cerita lain, seorang wanita (sebut saja Mawar) jatuh cinta pada sepupu bu waks (sebut saja Awan). Mawar berusaha mendapatkan cinta Awan selama bertahun-tahun namun Awan tetap kekeuh dengan pilihan hatinya yang sebenarnya ditentang keluarga. Akhirnya Awan direstui untuk menikah dengan wanita pilihannya dan Mawar menerima itu. Beberapa minggu sebelum pernikahan Awan, bu waks dapat undangan pernikahan Mawar! bu waks cukup shock. Bu waks tau betapa cintanya si Mawar sama Awan tapi dalam waktu singkat dia bisa menikah dengan cowok yang selama ini adalah teman baiknya. Maksudnya bu waks klo selama ini cowok itu sudah ada disamping Mawar, kenapa baru sekarang Mawar mau? its like settling for the second best.  Bu waks nggak mau menghakimi, tapi bu waks hanya nggak ngerti. where’s the romance in that?

Bu waks selalu berpikir menikah yg romantis itu adalah ketika si cowok yang tadinya blom mau menikah, bertemu si cewek lalu tiba-tiba sadar bahwa dia tidak mau hidup tanpa cewek ini dan gak mau cewek ini direbut cowok lain. Jadi si cowok segera melamar si cewek dengan lamaran dan pernyataan cinta yang luar biasa.

ok, bu waks akui kebanyakan baca novel harlequin.

Tapi memang kan cewek itu suka berfantasi tentang mitos playboy akhirnya jatuh cinta dan berkomitmen hanya pada satu orang. Atau itu hanya fantasi bu waks aja? Well, i know its just a myth!

Konsep romance bu waks memang mungkin nggak realistis. Mungkin malah teman-teman kos Bu kets merasakan romance yang luar biasa. Dan si Mawar mungkin juga sudah menemukan romace di suaminya. Kita nggak bisa menganalisis secara tepat hanya dengan asumsi, ya kan.

xoxo

bu waks

July 13, 2009

Kegagalan Facebook di Mata Bu Ketua

Sebenarnya Bu ketua agak telat juga bergabung dengan makhluk bernama Facebook (dibaca : fesbuk). Dan sekarang, sudah mulai bertingkah laku seperti kebanyakan umat manusia di dunia, bentar-bentar buka fesbuk. Bu Ketua dan beberapa temen di Kantor sepakat, our main job is: uploading status and comment in Fesbuk, ceperannya ngerjain penelitian dan program untuk kantor….Ha..ha…Welcome into 21st Century!

facebook

Entah dengan maksud tujuan apa, ada orang yang tiba-tiba bercerita tanpa diminta kalau temen dia akhirnya menikah dengan orang yang dikenalnya di fesbuk, lalu yang lain menambahi kalau dia kemarin ada cewek Bosnia nikah sama orang Indonesia gara-gara chatting, lalu ada juga cerita serupa dari Friendster dan bla..bla….bla….sebelum Bu Ketua sempat” menyublim” dari ruangan itu (menyublim: perubahan dari benda padat menjadi gas) keduluan dengan kata-kata…..

“Kalau kamu?”

“Apanya?”

“Gimana, masa nggak ada cowok yang menarik di Fesbuk, YM atau yang agak jadul…Frenster??”

“Hmmmmm…uhuk..uhuk….”

Nah lo, batin Bu Ketua. Memang batin ini jadi miris mendengar pertanyaan2 tersebut. Miris karena tidak bisa menjawab atau karena kelihatan bahwa kemajuan teknologi komunikasi sama sekali tidak mampu menolong Bu ketua dari jurang kejombloan.  Bu ketua diam-diam membedah profil facebook bu ketua dan berikut ini adalah hasilnya:

FOTO. Menurut Bu ketua foto yang Bu ketua pasang nggak jelek-jelek amat (kasihan sekali si Amat selalu kita jelek2kan).  Mohon Bu Wakil jangan mendefinisikan dengan jelas foto Bu Kets di fesbuk.

STATUS. It`s clearly said that I`m SINGLE

INFO : Lengkap sih…tapi diisi judul novel, pelem dan acara TV favorite Bu Ketua. Cocok untuk melamar jadi penjaga persewaan buku atau penjaga kios DVD bajakan, tapi nggak cukup untuk melamar anak orang….! Masa di info Bu Ketua menuliskan jabatan resmi Bu Ketua : President of El Jomblo Desperado Club??? Nggak mungkin lah yaw!

FRIENDS.Nah ini dia……Bu Ketua emang jarang ekspansi male-friend, paling2 teman2 kantor…para babi (yang nggak tahu artinya “babi” klik disini), teman2 sekolah dulu….sebagian babi, sebagian udah pacaran ama sesama teman sekolah (padahal Bu Ketua kan juga teman sekolah mereka??) Kalaupun ada yang add dari orang yang nggak Bu Kets kenal pasti bapak-bapak yang mungkin mengira Bu Ketua cewek yang baik, santun dan shalihah dan cocok buat role-model anak2 mereka yang sedang duduk di taman kanak-kanak…. (kesimpulan terakhir dibuat ketika Bu Ketua mabuk kebanyakan makan emping melinjo)

Kesimpulan akhir? Pembedahan di atas tidak berguna, hanya untuk memperpanjang posting ini.

images

Bu Ketua, sampai hari ini, sama sekali belum bisa mengambil advantage dari barang yang bernama facebook, My Space, Twitter atau situs jejaring social lain sebagai saran pembubaran EJD. Kemarin Bu Ketua sempat mau protes ada buku yang kalo Bu Ketua nggak salah inget judulnya “Cari uang lewat facebook”. Aduuhh..kok nggak ada judul buku “Cari pacar Baik dan Keren Secara Online” atau “100 Cara Membuat Profil Anda diklik 100 cowok dalam 100 jam pertama anda menampilkan profil anda di Facebook”  tanpa mengandung pornografi (yah tahulah kira2 kayak apa :) , perbuatan yang menjurus pada kegilaan (upload video latihan debus) dan kebohongan public (ganti foto kita dengan foto Manohara)

Suara hati yang terdalam tiba2 nyeletuk…..“Yah nggak perlulah Neng ada buku begituan…Itu Nature, nggak pakai buku! Ihhh…Nih anak oon bgt sih!”

June 22, 2009

and he said, “im not into dating girls my age”…

hello, everyone… bu waks in da house, yo. good to finally have something to write in here.

Jadi, kemarin teman SMU bu waks menikah di salah satu kota satelit jakarta. kota ini cukup jauh sehingga bu waks cukup deg-degan nyetir sendiri ke sana. the wedding was lovely, and im wearing the “high school friends” uniform from the bride.

anyway, yg pengen bu waks highlight disini adalah tentang pria di masa lalu yang datang. yup, my high school crush atau seterusnya disingkat menjadi oknum “MHSC”. Bu waks nggak nyangka MHSC datang karena mengingat dia tidak pernah mau datang ke acara-acara alumni SMU kami. but then there he is.

bu waks sendiri datang dengan sahabat cewek waktu SMU yang juga MHSC’s best friend. but note that MHSC and bu waks is not best friends. we probably were, but then we weren’t.

its a standing party, jadi bu waks, temen bu waks, MHSC, dan temannya MHSC (cowok) makan sambil berdiri dan ngobrol. MHSC bilang dia baru putus sama pacarnya yang lebih muda dan minta dikenalin cewek sama temen bu waks. temen bu waks langsung bilang, “ngapain jauh-jauh nyari. ini ada temen gw single!” maksudnya bu waks.

and thats when he said, “im not into dating girls my age”…

Dalam hati bu waks berseru, “what the..!?”. tp bu waks tidak mau menganalisisnya saat itu juga. i have no drama policy. but now, im going to analyze it with my analyticaly-smart-brain. the result is:

WHAT A LAME REASON THAT IS! ITS BULLSHIT! ITS A TOTALLY TOTAL BULLSHIT!

didn’t he had any other smooth reason to throw my friend’s suggestion? something like “are u kidding me? she’s my friend!” (classic but safe) or “im not into smart girl” or “im looking for a dumb girl so i can fool her”. at least my pride would still be intact. Gosh!

I know he’s into older girls and younger girls, and girls his age. i know his history, for God sake! i went to the same high school, we know the same people! what different does it makes anyway when i know he had a broad taste on female in any level of age! u see, age is a poor way to measure maturity. you can be 25 yet still acts like 19 yrs old, or be 25 but act like a sinical 30 yrs old. I mean if you gather 10 girls who are 25 yrs olds, i promise you their maturity and personality is different from each other! so whats the same age thing got to do with it? “same age”… berarti yang di ‘ban’ cuma satu umur, satu tahun kelahiran. gw masih bisa ngerti klo dia cuma mau sama cewek yang lebih muda, atau cewek yang lebih tua. mungkin dia suka cewek yang dewasa atau cewek yang manja. no “same age” policy is bullshit policy!

there you go.

About me, am I still in love with MHSC? ngeliat dia yang sekarang, nggak. dia yang dulu, mungkin. ntah lah, bu waks juga sudah lupa dia yang dulu gimana tapi yang jelas secara fisik nggak banyak yang berubah. Tapi kemarin “sense of presence” nya nggak begitu mempengaruhi kesadaran bu waks dan suaranya yang sekarang juga nggak seperti yg bu waks kira. dulu kayaknya semua ttg MHSC bisa bikin bu waks gila, he seems soooo cool. namanya juga remaja. maybe now we’re grown up and be different people, where I definitely grown up to be much cooler girl.

anyway…he’s a total a**hole now. beware of these species, ladies.

bu waks on PMS, out.

June 3, 2009

miss judge living in the past

just a thought though…

Kemarin salah satu temen bu waks cerita kalau high school sweetheart-nya yang terkenal ganteng, atlet, dll (you know the tipe) sudah menikah dengan salah satu cewek di geng populer sekolahnya dulu. *somehow kalo denger cerita SMU dia, bu waks kebayang cerita the OC*. mereka menikah dalam usia yang relatif muda.
Reaksi bu waks waktu itu adalah “ih, kalau kyk gitu serasa living in the past nggak sih?” Apalagi kasusnya yang kayak begitu, the beautiful guy in high school married the beautiful girl in high school. kan kayak kamu menikah dengan kenangan masa jaya kamu di SMU.

Prom_king_and_queen

Setiap ngeliat pasangan pasti teringat masa jaya itu. She/he will always be that popular kid in high school, apalagi teman2 yang dikenal adalah teman2 yang sama, cerita2 yang dibagi juga kebanyakan kenangan2 seperti itu. Iya, nggak sih?
Bu waks dan teman waktu itu sudah bertekad tidak mau mendapat pasangan yang seperti itu *dengan asumsi masa jaya kami juga waktu SMU, hehehe*. kami berdua merasa hal itu cukup menyedihkan.
Tapi kalau dipikir-pikir mungkin bu waks juga living in the past. Past kan nggak cuma SMU aja, kuliah S1 juga bagian dari “the past”. Kebanyakan teman-teman terdekat bu waks sekarang adalah teman2 waktu kuliah S1, termasuk bu kets. Dan setiap kami berinteraksi, curhat atau main, pasti kebawa kebiasaan-kebiasaan masa lalu yang masih agak pecicilan. Kembali seperti waktu usia masih 19 dan hidup nggak terlalu rumit. Yah pasti ada pendewasaan tapi klo ngeliat teman lama pasti terasa nuansa masa lalu yang begitu indah *ahai*
Ya, gimana mau pensiun kalau pola pikir masi stuck di masa lalu begini yak? temenannya masih sama yang itu-itu juga sih, serasa remaja mulu. Perasaan belum harus menghadapi quarter life crisis, masi bisa main2. kadang shock sendiri klo inget umur *iya klo lg inget*
So, am I living in the past? maybe. bu waks harusnya berkaca sebelum bilang hidup orang lain seperti itu. kayaknya bu waks harus melebarkan sayap pertemanan biar berkembang sedikit. sapa tau pensiunnya bisa cepet. amiiin!  hehe…

xoxo

bu waks

May 18, 2009

El Jomblo Desperado BUBAR!!!

Yah…..benar saudara El Jomblo Desperado bubar! B-U-B-A-R. Pasti pada kaget ya….secara: Tujuan EJD yaitu jomblo zero belum terlaksana dan bahkan 2 orang pengurus abadinya  ( Bu Kets dan Bu Waks) masih jomblo sampai hari ini.

Jadi beginilah kisahnya……

Ceritanya….Bu Ketua mau melaksanakan nasehat-nasehat di buku yang paling sering disebutkan di EJD “The Secret!”  Menurut buku itu, jika kita menginginkan sesuatu kita harus dalam posisi menerima bahwa sesuatu itu sudah menjadi milik kita sekarang. Sow, kalau Bu Kets ingin pengsiun dari status “jomblo” secara hormat (biar dapat pesangon, tunjangan dan hadiah jalan-jalan), Bu Kets harus benar2 bertindak seakan-akan Bu Kets sudah tidak jomblo lagi…….

Bu Ketua berpikir-pikir lagi akhir-akhir ini, apa saja perbuatan Bu Ketua yang tidak sesuai dengan keinginan Bu Ketua untuk tidak jomblo lagi. Ah….ternyata daftarnya nggak panjang-panjang banget kok : Dengan senang hati jalan ke mall sendiri kalau nggak ada teman, seharian di kos nonton HEROES 1 session, kalau malam minggu yang ditelpon malah bapak-ibu, adik, kakak, ipar atau teman2 cewek, nonton sendirian, naik busway tanpa tujuan sendirian, main bowling ama temen kos (cewek, red), bersepeda sendirian keliling kota……and the greatest of all “Jadi KETUA EL JOMBLO DESPERADO CLUB”……………..

Gara2 Buku ini Bu Kets berniat pensiun dini.....

Gara2 Buku ini Bu Kets berniat pensiun dini.....

Kalau Bu Ketua bener2 mau melaksanakan isi buku itu, ada hal yang selama ini bertolak belakang dalam hidup Bu Ketua dengan yang tertulis dalam buku itu, yaitu “Bagaimana anda bisa mendapatkan apa yang anda inginkan jika hidup anda dalam posisi menolak apa yang anda inginkan” atau dengan kata lain “Gimana Bu Ketua melepas status jomblo kalau status Bu Ketua saat ini jadinya Ketua gerombolan si-Berat-nya orang2 jomblo?”

Melalui proses yang panjang, bersemedi dan kontemplasi yang dalam…..akhirnya Bu Kets putuskan untuk melepaskan status jomblo Bu Kets yang sudah melegenda yaitu dengan cara Bu Ketua akan tetap menjadi Ketua EJD!” ( kecuali bu Wakil bener2 menginginkan jabatan ini…boleh dah kita tukeran!) Ya gimana sih Bu ketua…..tadi katanya mau mengamalkan “The Secret” dan pengsiun dengan hormat??? Gini loh, sebenarnya dengan menjadi Ketua EJD, Bu Ketua sedang dalam tahap menerima…menerima status No More Jomblo! Weiiiitttt…..jangan berkerut-kerut gitu dong jidatnya. Karena kalau sudah jadi Ketua Klub Jomblo, jabatan ke-jomblo-an apa lagi yang ada diatasnya??? Komisaris direktur jomblo??? Nggak ada kan??!!

Jadi satu-satunya jabatan yang belum Bu Ketua raih adalah “Nggak Jomblo lagi” atau dalam ilmu komunikasi dinamakan “in relationship” dan dalam ilmu hukum, chapter hukum keluarga dinamakan “married” (Ketahuan Bu Kets dulu kuliah dimana….!)

OK…alasan Bu Kets memang mengada-ada, “harusnya semua anggota EJD yang ingin mengakhiri status Jomblo memang harus mulai berpikir bagaimana berpikir dan bersikap seolah-olah anda sedang mempunyai pasangan” Kalau contoh di buku itu, ada cewek yang memarkir mobilnya di garasi agak ke tepi untuk memberi space pada mobil lain”. Jadi menurut pikiran si cewek itu, “bagaimana gw bisa punya cowok, kalau gw parkir mobil di tengah2 garasi dan nggak menyisakan tempat buat pasangan gw???”

Nah….jeng2 and mas2 semua….tirulah cara yang benar, maksud Bu Kets cara mbak2 pemilik mobil yang ada di “The Secret” itu. Bukan alasan ngasal Bu Ketua nggak mau turun dari jabatan tadi…..kalau itu sih mungkin Bu Ketua takut kena Post Power Syndrom aja kalau gak menjabat jadi Ketua apapun. Tapi kalau dipikir2….mungkin untuk mencapai tujuan Club yaitu “Zero Jomblo”….ide pembubaran EJD lucu juga?????

May 10, 2009

bu waks mo numpang curhat…

Antara bu ket dan bu waks, tentu saja yg paling emosional adalah saya, bu waks… bisa dilihat dari tipikal posting yang ada di blog EJD.

hai! Perkenalkan kembali, saya bu waks yang dalam beberapa minggu lagi akan resmi masuk quarter life crisis….

ok, saya tahu kalau sudah lamaaaa sekali tidak posting. selama ini bu kets terus yg ngisi. Dia juga ngeluh tuh sama saya. dan sekalinya posting malah curhat. but, anyway busway…EJD adalah blog independen. tidak ada pesan-pesan sponsor disini jadi saya bebas menulis apa saja! termasuk mempermalukan diri sendiri… aaaaahhah

Setiap bu kets ngomel sama bu waks, bu waks pasti beralasan “lg nggak punya inspirasi…” yeah, dia menyindir saya di beberapa posting. its true though. Kalo orang lain sering bilang “feeling blue”, maka bu waks pasti sedang “feeling grey”.

nooo...thats not bu waks...

nooo...thats not bu waks tp expresinya sama...

Single people…like me…and bu kets *of course!*… gets a kick from their job/study or their hobbies or their friends/families. Bu waks tau kalau bu kets lagi so into her job right now. Bu waks sendiri punya pekerjaan yang cukup exciting, but lately its not that exciting enough… hobbies, bu waks sudah mulai bosan dengan novel2 chicklit… friends,they are all sooooo busy lately… semakin melengkapi “grey” moment yg bu waks alami. gejalanya, reaksi bu waks sangat datar akhir-akhir ini. kemarin dosen baru bu waks ngelawak dan satu kelas ketawa ngakak…kecuali bu waks. Teman bu waks ngira bu waks nggak ngerti joke-nya. I do get it. I just dont think its funny enough.

Apa? cari pasangan aja? yeah, itu kepikiran juga tapi dengan penyakit WR2RG yg bu waks miliki akan membuat hal itu sangat susah untuk dilakukan. Dulu bu waks nggak tau kenapa bu kets kesel banget kalo ada orang yang nawarin dia untuk dikenalin ke temen cowok, well sekarang bu waks tau. its too embarrasing! Kalo mau ngenalin ya udah, kenalin langsung aja! nggak usah nanya apa bu waks mau atau nggak karena penyakit WR2RG bu waks akan langsung kumat sehingga bu waks akan berkata “nggak!”

Iya, bu waks tau soal “the spark” yang disebabkan lelaki bisa membuat hidup lebih berwarna. Tapi menurut film “he’s just not that into you”, the spark diciptakan oleh para lelaki karena para wanita suka drama/excitement dari misteri perilaku mereka. contoh: ketika mereka tidak menelepon si wanita selama berhari-hari, para wanita semakin menginginkan mereka. Dari film “accidental husband” juga mengatakan bahwa “the spark” bisa menyebabkan api dan api bisa membakar rumah kita or in this case, breaks our heart. Tapi kedua film itu berakhir bahagia dengan si cowok yg meyebabkan spark itu, that is so hypocrite of them, left me no more than clueless again. Dan yang lebih membingungkan lagi, kenapa bu waks tetep aja seneng nonton film2 cinderella begini!!!

Bu waks kmrn akhirnya bisa ketemu bu kets and we had a “karaoke evening”. bu waks nanya, apa yang harus bu waks lakukan untuk meng-convert “feeling grey” jadi “feeling colorfull”. Dia bilang kayaknya bu waks harus traveling… tp bu waks mikir pengen traveling ke tempat yang jauh dan seru sekalian, cuma masalahnya adalah waktu dan bu waks perlu teman traveling.

ok, ok…itu cuma alasan.

anyway, apakah kalian anggota/non anggota EJD punya saran lain untuk bu wakil? Tolong jangan menyarankan untuk cari pacar…its too easy to say and too hard to do for me. and for bu kets too i guess…  :D

feeling grey and confused…

-bu wakil ketua-

April 8, 2009

“Rumor Has It”

Lah kok Bu Ketua Lagi???? Apakah Bu Wakil masih “tergolek tidak berdaya” memendam rasa? Nggak juga! Bu Wakil mengeluhkan pada Bu Kets kalau dia terkena efek domino dari penyakitnya kemarin. Kata Bu Waks, “gw sekarang suka tiba-tiba jadi autis”. Nah lo…sapa bilang Bu Kets tukang gosip, sudah jelas Bu wakil terkena penyakit asmara, gejalanya jelas “panas tinggi dan tiba-tiba autis”! Nggak mungkinlah Bu Waks memikirkan Bu Kets….lha Bu Kets sudah banyak yang mikirin (mikirin kenapa nggak nikah-nikah maksudnya…!)

Sebentar-sebentar kita lihat reaksi Bu Waks, “apakah wajahnya tersipu kemerah-merahan” atau “merah padam”….Weiiiittt, kayaknya yang kedua deh. Kabuuuurrrrrrr!

Postingan ini nggak ada hubungannya ama Pelem "Rumor Has It"..disambung-sambungin doang!

Postingan ini nggak ada hubungannya ama Pelem "Rumor Has It"..disambung-sambungin doang!

Jadi jeng-jeng dan mas-mas para” ikan kering” semua, lihatlah betapa rentannya kaum kita terkena gosip dari gosip “rumahan” sampai gosip”murahan”. Bu Kets misalnya, kalau pulang teng-go dari kantor orang sekantor sudah tahu kalau Bu Kets bakal nonton. Hanya saja selalu saja ada pandangan curiga kalau kali ini Bu Kets nggak lagi nonton Pelem kartun sendirian di 21 (iya… emang menyedihkan, jangan diketawai dong!) tapi sedang nonton Romantic Comedy dengan makhluk bernama “lelaki”. Besok paginya dicuit-cuitin deh…sampai akhirnya Bu Kets mengeluarkan sepotong tiket dengan tulisan “Madagaskar 2” untuk membuktikan kalo Bu Kets masih Cartoon Mania as before. Cuma celetukannya beda lagi, “Akhirnya, kamu menemukan cowok yang juga suka nonton pelem kartun”. Halah….capeee deh!

Tapi jangan salah juga, kaum jomblo juga pandai menciptakan rumor sendiri. Yah gimana lagi, kalo nggak bikin rumor sendiri dunia kita pasti sesepi ini…..krik…krik…krik. Temen cowok Bu Kets juga gitu, tiba-tiba menulis status married di fesbuknya. Padahal jelas-jelas kemarin baru curhat kalau lagi patah hati lagi. Kata dia ini bukannya sok pengen mengejutkan orang tapi gw lagi dalam posisi “denial”….hmmm, alasan! Kalo Bu Kets sih jujur aja, juga suka iseng membuat gosip untuk diri sendiri. Habis ingin ngerjain orang-orang yang nggak bosen-bosennya menanyai status bu Ketua…… kayak Miss La Jomblo Borneo yang menulis status fesbuknya “I`m not longer listed as single”? Bener jeng, rasanya menyenangkan mengerjai orang-orang itu….hmmmmm puaaasss!

Yah setidaknya menuliskan apa yang diharapkan orang lain kan berpahala…orang pingin kita punya pacar kita tulis “in relationship”, orang ingin kita menikah yah kita tulislah “married”, kali aja ada malaikat lagi lewat pas kita nulis dan bilang, “Amiiiinnnn!”

Oh ya, tadi sampai mana kita menggosipkan bu Waks? Oh iya, Bu Waks lagi kena panah asmara, kayaknya para dokter sudah angkat tangan, karena gejala autis bu Waks dilanjutkan dengan suka ngelamun, suka telat ujian………..alasannya sih banjir, padahal Bu Kets tahu, “Bu Waks nggak sempat belajar karena kebanyakan ngelamun” Makanya Bu Kets penasaran siapa sih yang dilamunin Bu Waks, sampai seperti itu…..??? (Tolong liatin ke belakang ya..jangan2 Bu Waks, sudah ada di belakang Bu Kets , sambil bawa tongkat Harry Potter, untuk menyihir Bu Kets jadi peri cantik….eh…jadi asbak ding!)